Sudah pernahkah kamu alami diskusi mirip contoh di atas, atau malah menjumpai keadaan mirip contoh di atas? Keadaan di atas kerap ditemui saat seorang berasa malu, hadapi keadaan yang membuat malu, atau sebagai seorang yang pemalu.

cara mengatasi rasa malu

Kata ‘malu’ sendiri banyak memiliki arti, tetapi sebetulnya apa sich ‘malu’ dalam kerangka psikologi dan bagaimanakah cara untuk ‘mengatasi’ karakter pemalu? Yok, kita baca secara lengkap!

Table of Contents

– Apakah itu Rasa Malu?
– Asal Saran Karakter Pemalu
– Karakter Malu dan Introversi
– Langkah Menangani Rasa Malu
– 1. Kerjakan diskusi positif dengan diri
– 2. Menyangsikan rasa malu
– 3. Peradaban sosial yang membuat
– 4. Tetaplah latihan!
– 5. Tidak boleh Memperbandingkan Diri dengan Orang Lain!

Apakah itu Rasa Malu?

Menurut Alan (2000), rasa malu ialah kecondongan kehadiran hati canggung atau mungkin tidak nyaman yang datang dan dirasa disebabkan karena keadaan baru, seseorang, atau wujud ketakutan akan kepercayaan yang dipercaya sebagai apa yang dipikir oleh seseorang. Ketakutan ini bisa menghalangi kekuatan seorang untuk lakukan atau menjelaskan apa yang diharapkan.

Rasa malu datang berbentuk dan kemampuan yang bervariatif. Salah satunya rasakan hati tidak nyaman berbentuk enteng dan bisa ditangani sendiri. Kerangka ‘malu’ juga sebagai hal yang bisa dirasakan oleh siapa saja dan dipandang normal khususnya untuk anak – anak atau saat hadapi keadaan yang baru. Rasa malu terkait dengan kerangka budaya.

Pada budaya barat, seorang condong bisa bebas menjelaskan apa yang dirasa dan berlaku asertif, yang lain dengan kerangka budaya timur yang mempunyai pemahaman yang lebih positif berkenaan ‘malu’ dan mengarahkannya berbentuk tata krama dan santun sopan.

Rasa malu jadi suatu hal yang mempunyai konotasi negatif dan mengusik ialah saat hal itu stabil datang sampai memperlihatkan tanda-tanda fisik seperti muka memeras, berkeringat, jantung berdebar-debar atau rasakan sakit di perut, ada hati negatif mengenai diri kita, kekuatiran mengenai bagaimana seseorang melihat diri, yang berbuntut pada kecondongan untuk menarik diri dari hubungan sosial. Apa kamu pernah merasakannya?

Asal Saran Karakter Pemalu

Rasa malu yang datang secara terus-terusan membuat kamu jadi seseorang yang pemalu. American Psychology Association menerangkan jika ada beberapa factor yang memengaruhi seorang jadi pemalu. Salah satunya seperti factor biologis, lingkungan, dan pengalaman sosial yang dirasakan oleh seorang.

Disamping itu Eggum dkk (2009) mengatakan jika perasaan takut dan malu mempunyai jalinan yang positif. Anak – anak yang pada tahapan perubahannya yang mempunyai perasaan takut akan mempunyai kecondongan besar untuk tumbuh dengan karakter pemalu. Pada tahapan perubahan anak – anak, peranan skema pengasuhan jadi point utama dalam membuat karakter pemalu pada anak (American Academy of Pediatrics,2004)

Rasa malu dikenal semenjak periode kanak – kanak, saat anak mulai hadapi tingkatan untuk mengenali dianya dan seseorang. Peranan orang-tua dalam membuat keyakinan diri pada anak agar bisa berhubungan dan mengenal dianya berperanan besar. Anak – anak yang dibesarkan dalam skema pengasuhan yang terlilit (overprotective) dan otoriter bisa mengakibatkan anak tumbuh jadi seseorang yang pemalu.

Anak-anak tidak memperoleh peluang untuk belajar berhubungan dengan cara sosial hingga alami kesusahan meningkatkan ketrampilan sosial. Pada keadaan dewasa, factor lingkungan dan pengalaman sosial jadi pemicu seorang jadi pemalu. Seorang yang mempunyai pengalaman penampikan dengan cara sosial, ketidakberhasilan, dan tidak ada di lingkungan suportif, semakin lebih rawan untuk tumbuh jadi seorang yang pemalu (American Psychology Association)

Karakter Malu dan Introversi

Sering karakter pemalu dihubungkan dengan personalitas introvert. Baik rasa malu atau personalitas introvert mempunyai kemiripan karena ada kecondongan sikap menghindar keadaan sosial, khususnya saat keadaan yang ditemui sebagai keadaan yang tidak akrab. Tetapi dari beragam riset memperlihatkan jika rupanya rasa malu dan personalitas introvert mempunyai motivasi yang terang berlainan dan tidak bisa dilukiskan secara teoritis sebagai suatu hal yang serupa (Sun, dikutip dari BBC, 2019).

Riset memperlihatkan jika pada personalitas introvert tidak ada ada tanggapan fisiologis yang unik, seperti kenaikan detak jantung, yang mengikuti sikap menarik diri dengan cara sosial pada kondisi sosial. Selanjutnya Sun menerangkan jika seorang yang mempunyai personalitas introvert mempunyai kecondongan untuk lakukan mawas diri atau mengeksploitasi pemikirannya sendiri. Ini berlainan dengan karakter pemalu yang diperlihatkan karena ada kecondongan ketakmampuan untuk terbuka pada pengalaman atau bergaul. Dua hal ini kerap kali disebutkan terkait tetapi bukan hal sama.

Langkah Menangani Rasa Malu

Rasa malu kadang jadi kendala tertentu agar bisa meningkatkan kekuatan diri seorang. Ada banyak factor yang memengaruhi dan mengakibatkan kehadiran karakter pemalu tidak berarti karakter pemalu tidak bisa ditangani.

Berikut kami sudah persiapkan beberapa panduan yang bisa kamu kerjakan agar bisa menangani rasa malumu!

1. Kerjakan diskusi positif dengan diri

Berkomunikasi positif dengan diri menolongmu untuk tumbuhkan rasa sayang pada diri kita. Diskusi positif dengan diri bisa menangani kebimbangan pada diri kita sampai sanggup hadapi rintangan baru. Dibandingkan konsentrasi pada hal – hal yang memiliki sifat negatif dan pesimis, kamu dapat konsentrasi untuk menyaksikan dari pemikiran yang lebih positif dan percaya diri untuk diri kamu sendiri.

Bukannya menjelaskan pada diri kita

“Saya tidak dapat tangani ini,” atau

“Ini mustahil,”

Coba untuk menjelaskan jika

“Saya dapat melakukan,” atau

“Yang perlu saya kerjakan hanya coba.”

Diskusi positif dengan diri akan membimbingmu untuk mempunyai sudut pandang yang positif hingga bisa tumbuhkan keyakinan diri kamu untuk lakukan hubungan.

2. Menyangsikan rasa malu

Kebimbangan membuat kamu berasa tidak jelas yang berbuntut pada rendahnya keyakinan atas diri sendiri. Ini kerap jadi persoalan saat seorang berasa malu. Kamu dapat menantang keraguanmu dengan “doubt the doubt (menyangsikan keraguanmu)”.

Pertanyakanlah kembali kebenaran atas sesuatu yang kamu ragukan pada diri kamu sendiri. Ajukan pertanyaan kepercayaan yang batasi dan membuat kamu sangsi sampai kamu bisa mengetahui jika sedikit bukti yang memberikan dukungan pengakuan kamu menyangsikan itu!

3. Peradaban sosial yang membuat

Factor lingkungan memiliki peran yang perlu untuk menangani karakter pemalu. Orang – orang yang habiskan waktu denganmu bisa memengaruhi pemikiran dan perilakumu mengenai diri kamu sendiri. Kamu bisa pilih lingkungan yang suportif agar bisa menangani karakter pemalumu. Lingkungan yang memberi animo dan kritik membuat akan mendorongmu agar bisa mengoreksi diri dan tingkatkan keyakinan atas diri kamu sendiri!

4. Tetaplah latihan!

Untuk menangani karakter pemalu, kamu dapat memutuskan goal atau sasaran – sasaran yang bisa latih rasa malumu! Misalkan seperti membulatkan tekad untuk menanyakan dalam kelas minimum 1x dalam satu minggu atau berusaha untuk memiliki pendapat dalam komunitas.

Saat memutuskan arah, mulai dengan coba berlaku realitas dan yakinkan jika arahmu bisa diraih. Mulai dengan perlahan-lahan dan tentukan arah kecil yang bisa dilaksanakan. Dengan tindak lanjuti komitmenmu sendiri, tidak perduli berapa kecil, kamu akan belajar untuk memercayai diri kamu sendiri dan memperoleh kepercayaan dari sesuatu yang kamu sanggup raih untuk melawan rasa malumu!

5. Tidak boleh Memperbandingkan Diri dengan Orang Lain!

Perbedaan diri menjadi satu diantara pemicu yang melestarikan karakter pemalu dalam diri seorang. Kehadiran hati kekurangan sampai ketinggalan atas perolehan atau cara yang sudah dilaksanakan oleh seseorang akan membuat kamu tidak bisa menghargakan dan menyaksikan cara yang sudah kamu lewati sendiri.

Dibandingkan lakukan perbedaan diri, kamu dapat menukarnya dengan membuat gratitude journal yang terus-menerus menyaksikan hal – hal yang kamu dalami dan sukuri untuk menolongmu konsentrasi pada prosesmu sendiri!

Karakter pemalu sebagai hal yang bisa dirasakan oleh siapa saja. Sama seperti yang telah diuraikan di atas, jika ada beberapa factor yang memengaruhi kehadiran karakter pemalu. Mudah-mudahan panduan yang diberi bisa menolongmu ya dalam menangani karakter pemalu. Bila kamu berasa karakter pemalu telah memperlihatkan intensif yang paling mengusik dalam melakukan aktivitas dengan cara sosial, kamu bisa juga menjumpai professional agar bisa menanganinya bersama.

 

kunjungi juga hipnoterapi jogja

By dzail