Sindrom Eisenmenger merupakan penyakit atau kelaianan yang berasal dari bawaan karena terjadi kondisi percampuran darahb ersih  (yang mengandung banyak oksigen) dengan darah kotor (yang sangat minim oksigen). Kondisi tersebut dikarenakan adanya lubang diantara dua bilik jantung (kanan dan kiri) sehingga tekanan darah di pembuluh darah paru-paru dan berresiko terjadinya gagal jantung. Ketika anak mengidap penyakit ini akan timbul tanda kebiru-biruan pada kulitnya sekitar dua tahun setelah kelahirannya. 
 

Gejala – gejala umum sindrom Eisenmenger:

1.    Kulit berwarna pucat kebiruan atau kebau-abuan (cyanosis) yang disebabkan oleh terjadinya penurunan oksigen di dalam darah)
2.    Mengalami sesak napas ketika melakukan aktivitas (Dyspnea)
3.    Terjadi sesak napas ketika beristirahat
4.    Mengalami kelelahan
5.    Timbul rasa nyeri pada dada dan hambatan pernapasan (sesak napas)
6.    Timbul rasa sakit pada kepala
7.    Detak jantung lebih cepat
8.    Syncope (pingsan)
9.    Mati rasa atau kesemutan yang terjadi pada jari tangan dan kaki (parentesia)
10.    Terjadi perubahan penglihatan menjadi kabur

Gejala-gejala tersebut tidak muncul secara langsung, akan tetapi melalui  proses dan waktu. Sampai anak mulai merasakan gejalany atersebut. Jika hal tersebut mulai terjadi, segera periksakan pada dokter untuk dilakukan diagnosa. 

 
Diagnosa sindrom Eisenmenger:
 
Diagnosa yang dilakukan oleh dokter berdasarkan tiga gejala yang tampak, yaitu:
 
1.    Terdapat kebocoran jantung atau terjadi pembukaan antara dua bagian jantung (kanan-kiri) di bagian yang berlawanan pada jantung.
 
2.    Terjadi hipertensi pulmonal yang tidak segera dilakukan penanganan dan pengobatan.
 
3.    Muncul tanda-tanda sianosis.
Dari ketiga gejala tersebut, akan dilakukan tesdarah, rotgen dada dan EKG. Tes lain yang perlu dilakukan yaitu tes echocardiogram, keteterisasi jantung dan tes 6 menit berjalan ringan.
 

Cara mengatasi sindrom Eisenmenger:

 
Cara yang dapat dilakukan yakni melalaui pengobatan yang bertujuan untuk menurunkan tekanan pada arteri pulmonal, meningkatkan kadar oksigen dalam darah, penurunan kadar sianosis dan eritrosit. Pengobatan yang dilakukan yaitu:
 
1.    Konsumsi obat-obatan yang digunakan untuk membantu menurunkan tingkat hipertensi pulmonal melalui resep dokter. Obat-obat tersebut diantaranya calcium channel blockers, prostacyclin, dan antagonisresptorendotelin. Obat-obat tersebut untuk memperlebar pembuluh darah sehingga tekanan darah dalam paru-paru dapat turun.
 
2.    Jika terjadi gagal jantung bagian kanan mengalami perkembangan, obat yang disarankan yaitu diuretic (pil air) untuk membantu menurunkan volume darah. 
 
3.    Pengeluaran darah (phlebotomy)
Cara ini dilakukan eritrositosis memicu terjadinya blood hyperviscosity (pengentalan darah). Cara ini akan membuang volume darah diganti menggunakan larutan NaCI intravema (IV), Sehingga cara ini membuat darah menjadi lebih encer. Cara ini tidak dapat dilakukan secara sering, umunya hanya dapat dilakukan ketika timbul gejala berat (hematokrit) yang mana jumlah darah yang terdiri dari sel darah merah berjumlah lebih banyak.
 
4.    Jika selama menjalani pengobatan tidak menunjukan efektivitas, dapat dilakukan cara lain, yaitu transplantasi paru-paru atau transplantasi jantung.
 
5.    Penggunaan antibiotic
Penggunaan antibiotic dilakukan ketika akan melakukan tindakan medis, seperti perawata pada gigi yang bertujuan untuk menghindari infeksi pada jantung (endocarditis).

Nah, itulah penjelasan mengenai gejala-gejala dan cara mengatasi sindrom Eisenmenger. Jika gejala mulai muncul pada anak anda, segera lakukan penanganan sejak dini karena jika dibiarkan tanpa pengobatan dan perwatan dapat berdampak buruk bahkan fatal hingga terjadi kematian pada bayi. Untuk memeroleh informasi lebih lanjut mengenai sindrom tersebut, anda dapat menelusuri pada laman https://www.klikdokter.com/penyakit/sindrom-eisenmenger .