Liburan Pake Cicilan, Emangnya Salah?

Beli akomodasi liburan pake cicilan, memang bisa meringankan. Apalagi sekarang, cicilan untuk travel tidak hanya terbatas pada kartu kredit aja. Cicilan tanpa kartu kredit seperti Kredivo juga menyediakan opsi untuk transaksi akomodasi liburan. Mulai dari tiket pesawat, kereta, bus, hotel sampai paket liburan

 

Kok bisa?

 

Yak, sebab, Kredivo adalah fintech cicilan tanpa kartu kredit yang menggaet banyak online travel agent sebagai mitra. Ada Pegipegi, Tiket.com, Citilink, Blibli, Garuda Indonesia, Panorama Tours, dan masih banyak lagi. Jika sudah menjadi pengguna Kredivo, kamu bisa bertransaksi di OTA dan website maskapai tersebut menggunakan limit Kredivo-mu. Untuk cicilan, minimum transaksi hanya Rp 1 juta. Opsi tenornya ada 3, 6, hingga 12 bulan, dengan suku bunga cicilan hanya 2,6% per bulan. 

 

Nggak tanggung-tanggung, limit kredit yang diberikan Kredivo juga bisa s.d Rp 30 juta, lho. Menggiurkan, ya? Daftarnya juga gampang. Tinggal download aja aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store. 

 

Sayangnya, pergi liburan dengan cicilan masih kerap dianggap negatif. 

 

“Nggak punya uang kok liburan?”

“Liburan kok maksain diri sih?”

 

Padahal, liburan pakai cicilan sah-sah saja mengingat akomodasi liburan yang mahal. Apalagi jika perginya sekeluarga dan destinasinya jauh seperti ke luar negeri. 

 

Liburan pakai cicilan juga tidak salah, jika:

 

Dilakukan setelah pandemi usai

 

Di masa sekarang, harga tiket pesawat dan hotel memang lagi murah banget dan jadi godaan besar buat liburan. 

 

Tapi, penting untuk diingat kalau kita masih berada dalam pandemi global Covid-19. Segala aktivitas di luar rumah yang tidak urgent sebaiknya dihindari, termasuk pergi liburan. Jangan sampai, kita menjadi penyumbang kasus positif di tengah-tengah pandemi yang tidak terkendali dan faskes yang penuh. 

 

Daripada bela-belain cicil akomodasi liburan di tengah pandemi, tapi liburannya nggak tenang, wajib mengikuti protokol kesehatan, dan berisiko terpapar Covid-19, mending ditunda dulu ya demi kebaikan kita semua. 

 

Porsi utang dalam keuangan belum mencapai 30%

 

Kalau pandemi sudah usai, mau liburan ke manapun meski pakai cicilan, bebas deh. Asalkan kamu mesti tahu kondisi keuanganmu saat ini. Terutama soal persentase utang yang sedang berjalan. 

 

Kalau porsi utangmu sudah memakan 30% uang penghasilan per bulan, maka jangan tambah beban keuanganmu dengan cicilan liburan. Sebaiknya, tunggu sampai ada cicilan yang lunas, baru kamu bisa ambil cicilan baru. Jangan sampai karena bela-belain liburan, kondisi keuanganmu jadi berantakan. 

 

Apalagi di tengah pandemi di mana kita perlu berhemat ketat dan memfilter semua pengeluaran. Daripada buat bayar cicilan liburan, mending utamakan dulu dana darurat ya. 

 

Cicilan yang diambil sesuai dengan kemampuan bayar

 

Masih terkait dengan kondisi keuangan, persentase cicilan yang diambil untuk liburan juga harus disesuaikan dengan kemampuan bayar. Misalnya, gaji kamu per bulan sebesar Rp 5 juta. 30% dari Rp 5 juta berarti Rp 1,5 juta. Artinya, angka maksimal yang mampu kamu keluarkan untuk bayar cicilan per bulan adalah Rp 1,5 juta. 

 

Dengan jumlah tersebut, kamu perlu menghitung kira-kira kalau ambil cicilan liburan bisa ke mana ya? Kalau bisanya hanya destinasi domestik, ke Bali contohnya, maka jangan memaksakan diri untuk pergi liburan ke luar negeri yang bisa bikin biaya atau cicilanmu makin bengkak. 

 

Semoga pandemi segera usai dan kita semua bisa beraktivitas normal seperti sedia kala yaa. Termasuk pergi liburan ke destinasi yang diidam-idamkan! 🙂