Lingkungan Bisnis Eksternal (Sudut Pandang Makro)

Lingkungan Bisnis Eksternal (Sudut Pandang Makro)

Lingkungan Bisnis Eksternal (Sudut Pandang Makro)

Lingkungan bisnis eksternal dari perspektif makroekonomi meliputi: lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan sosial dan budaya, lingkungan hukum dan politik, lingkungan global, lingkungan demografi dan lingkungan industri (ancaman dan peluang).

1. Lingkungan Ekonomi

Lingkungan ekonomi adalah keadaan ekonomi di mana lembaga permanen melakukan kegiatannya (industri). Lingkungan ekonomi dipengaruhi oleh sistem perekonomian suatu negara (industri). (Baca juga: Sistem Ekonomi)

Pada prinsipnya, sistem ekonomi yang diterapkan bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan stabilitas ekonomi.

a. Pertumbuhan ekonomi

Ketika ekonomi tumbuh, dua hal terjadi:

  • Output per kapita: jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh sistem per orang meningkat.
  • Orang mendapat manfaat dari standar hidup yang lebih tinggi, mereka dapat membeli banyak barang dan jasa dengan uang mereka.

Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat tercermin dari nilai pendapatan nasional negara tersebut.

Misalnya Pendapatan Basional:
Produk Domestik Bruto (PDB): nilai total barang dan jasa yang dihasilkan oleh perekonomian selama periode tertentu, termasuk semua faktor produk lokal. Seiring dengan peningkatan PDB suatu negara, demikian juga produksi; dengan meningkatnya volume produksi, ada pertumbuhan ekonomi. Dari nilai PDB juga dapat dihitung PDB per kapita, yaitu nilai PDB per orang, yang diperoleh dengan membagi total PDB dengan jumlah penduduk.
Produk nasional bruto (GNP): nilai total barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara secara nasional dalam periode tertentu, terlepas dari di mana faktor-faktor produksi berada.

b. Stabilitas Ekonomi

Stabilitas ekonomi berarti bahwa jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian dan jumlah barang dan jasa yang diproduksi dalam sistem ekonomi ini memiliki pertumbuhan yang hampir sama.

Ancaman terhadap stabilitas ekonomi adalah inflasi dan pengangguran. Inflasi terjadi ketika harga total harga barang dan jasa naik, atau bisa dikatakan daya beli masyarakat turun. Pengangguran adalah orang yang bekerja tetapi tidak bekerja.

c. Ekonomi Manajemen

Mengelola perekonomian dapat dilakukan oleh pemerintah. Ini adalah upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi seperti pengangguran dan inflasi.

Pemerintah dapat mengelola perekonomian melalui dua perangkat tindakan.
Negara mengontrol pengumpulan dan penggunaan pendapatannya melalui kebijakan fiskal (misalnya melalui kenaikan pajak).
Kebijakan moneter berfokus pada pengendalian jumlah uang beredar di negara tersebut.

 

2. Lingkungan Teknologi dan Informasi

Teknologi adalah semua fitur yang digunakan perusahaan dalam aktivitasnya. Contohnya adalah informasi, pengetahuan manusia, metode kerja, peralatan fisik, elektronik dan telekomunikasi, dan berbagai sistem manajemen.

Contoh jenis teknologi terkait bisnis adalah teknologi produk atau layanan dan teknologi proses bisnis.

 

3. Lingkungan Hukum dan Politik

Lingkungan politik dan hukum mencerminkan hubungan antara ekonomi dan negara, sebagian besar dalam bentuk peraturan negara. Pejabat pemerintah mengelola dan memberikan pedoman tentang bidang utama seperti praktik periklanan, kesehatan dan keselamatan, serta standar perilaku bisnis yang dapat diterima.

Stabilitas politik merupakan ukuran penting, terutama bagi perusahaan internasional. Tidak ada bisnis yang mau berbisnis dengan negara lain kecuali hubungan dagang dengan negara tersebut dikelola dengan baik.

 

4. Lingkungan Sosial dan Budaya

Maksud dari lingkungan sosial adalah aspek-aspek tertentu yang mempengaruhi persepsi seseorang terhadap usaha (produk yang ditawarkan) berdasarkan standar yang dapat diterima/umum akibat kebiasaan (norma) masyarakat itu sendiri.

Artinya, bisnis harus beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya di mana bisnis beroperasi / memasarkan produknya. Jangan biarkan perusahaan melanggar norma atau aturan masyarakat tertentu. Akan lebih baik lagi jika perusahaan memiliki lingkungan sosial dan budaya yang dilakukan dengan benar.

Selain itu, lingkungan sosial dan budaya juga dapat mempengaruhi tren yang nantinya dapat mempengaruhi suatu industri/pasar. Contoh: Selama bulan Ramadhan, industri bahan dan pakaian akan penuh sesak karena umat Islam membutuhkan pakaian.

5. Lingkungan Global

Lingkungan global atau lingkungan internasional merupakan kondisi internasional yang juga merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi bisnis dikarenakan perusahaan besar maupun kecil yang ada di dalam negeri semakin ditantang dengan meningkatnya jumlah pesaing sebagai dampak dari adanya pasar global yang merupakan bagian dari lingkungan eksternal.

6. Lingkungan Demografi

Adapun yang perlu diperhatikan oleh perusahaan menyangkut lingkungan demografi diantaranya adalah ukuran populasi, struktur masyarakat umum, distribusi geografis, pencampuran etnis serta distribusi pendapatan. Hal ini sangat memepengaruhi pasar (permintaan).

7. Lingkungan Alam

Lingkungan alam adalah kondisi alam yang bejalan secara alamiah dimana perusahaan itu menjalankan aktivitasnya. contohnya: iklim, cuaca, topografi, dan kondisi geografis wilayah maupun sumber-sumber daya alam yang tersedia di suatu negara atau wilayah.

Pasokan sumber daya alam kadang kala dapat menjadi permasalahan tersendiri bagi organisasi. Contohnya, terjadinya kelangkaan pasokan bahan bakar, listrik, gangguan pada pasokan pangan dan bencana alam dapat menggangu kegiatan organisasi bisnis secara signifikan. Dunia usaha harus mengambil peranan aktif dalam membantu memecahkan permasalahan lingkungan yang kini dihadapi masyarakat dunia, sebagai contoh dengan memperhatikan pengolahan limbah yang dihasilkan dari proses produksi. Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarPengetahuan.Co.Id