Manfaat Minum Wine untuk Kesehatan

Untuk Anda pencinta wine, tentu tidak asing dengan Pinot Noir, Cabernet atau Merlot. Berita baik untuk Anda fans wine atau untuk Anda yang kerap mendatangi wine tasting, rupanya minuman peragian anggur ini banyak memiliki faedah kesehatan untuk badan. Ini disokong dengan beberapa bukti riset berkenaan faedah wine. Tetapi, saat sebelum Anda putuskan minum wine terlalu berlebih, baca beberapa poin utama yang perlu jadi perhatian di bawah ini.

Berapakah ukuran minum wine yang dipandang sehat?

Yang terpenting untuk dikenang saat Anda minum wine ialah, dampak kesehatan ini cuman dapat terjadi bila Anda minum wine dengan jumlah seperlunya, bukan terlalu berlebih. Anda perlu memerhatikan seberapa banyak jumlah wine yang dapat diminum pada satu waktu. Ada beberapa hal yang penting jadi perhatian seperti ukuran badan seorang, usia, tipe kelamin, tinggi tubuh, dan waktu untuk meminum. Bila banyaknya terlalu berlebih, sudah pasti bukan manfaat kesehatan yang Anda peroleh, yang terjadi justru berbahaya untuk kesehatan Anda.

Misalkan, pada wanita, alkohol bisa lebih cepat diserap oleh badan karena minimal air pada tubuh dan ketidaksamaan tingkat enzim di lambung dibanding lelaki . Maka, semestinya wanita konsumsi wine semakin sedikit dibandingkan lelaki. Berdasar Dietary Guidelines for Americans 2010 yang dipublikasikan oleh Departemen Pertanian AS, alkohol yang dimakan seperlunya, untuk wanita optimal segelas setiap hari, dan pada lelaki, optimal 2 gelas setiap hari. Tetapi, beberapa riset memperlihatkan hal berlainan mengenai batasan gelas yang penting dimakan.

Apa manfaat minum wine untuk kesehatan?

Wine memang mempunyai manfaat untuk kesehatan, tetapi harus diingat manfaat yang didapatkan cuman berkaitan saat meminum dengan jumlah seperlunya. Apa manfaatnya?

1. Bagus untuk memory dan otak Anda

Yakin atau mungkin tidak, wine mempunyai manfaat untuk memperkuat memory Anda. Sebuah riset mengatakan jika pada dari hasil kuis memory yang dituruti oleh wanita berumur 70 tahun, mereka yang minum segelas ataupun lebih wine tiap hari memperoleh score yang lebih bagus dibanding sama yang tidak minum atau yang cuman sedikit meminum. Menurut Tedd Goldfinger, DO, dari University of Arizona School of Medicine, konsumsi wine bisa menahan pembekuan darah dan kurangi infeksi pembuluh darah; ke-2  hal itu dihubungkan dengan pengurangan kognitif dan penyakit jantung. Alkohol yang ada dalam wine dapat tingkatkan HDL, sudah pasti ini bukanlah cholesterol jahat. Cholesterol baik ini akan menolong hilangkan penyumbatan pada arteri Anda.

Baca Juga : Baliwein, Wine Dengan Rasa Buah Asal Bali

Berdasar beberapa periset Johns Hopkins University School of Medicine, yang dicatat dalam jurnal Experimental Neurology, anggur merah alias red wine bisa membuat perlindungan otak dari kerusakan stroke. Resveratrol pada anggur merah dipercayai bisa tingkatkan tingkat heme oxygen; enzim yang dipercaya bisa membuat perlindungan sel saraf di otak.

2. Jaga berat tubuh masih tetap konstan

Riset mengatakan jika orang yang minum wine setiap hari mempunyai berat tubuh yang lebih rendah dibanding sama orang yang minum jenis alkohol lain. Peminum wine dengan jumlah seperlunya mempunyai pinggang yang lebih kecil dan minimnya lemak pada perut dibandingkan sama orang yang minum minuman keras yang lain. Alkohol dalam beberapa merek wine bisa membakar kalori di badan Anda sepanjang 90 menit sesudah Anda usai minum. Alkohol dalam bir mungkin saja mempunyai dampak yang serupa.

3. Tingkatkan ketahanan tubuh Anda

Sebuah riset di Inggris memperlihatkan jika mereka yang minum satu gelas wine satu hari bisa kurangi resiko infeksi bakteri Helicobacter pylori sekitaran 11%. Bakteri ini bisa mengakibatkan gastritis, ulkus di lambung, dan kanker perut. Bahkan juga 1/2 gelas wine bisa membuat perlindungan seorang dari keracunan makanan karena kuman seperti salmonella.

4. Jaga dari kanker

Beberapa periset di Australia, yang diambil oleh situs Health, mengatakan jika ada perbedaan di antara wanita dengan kanker ovarium dengan wanita yang bebas kanker. Periset mendapati pengurangan resiko dari penyakit ini sejumlah 50% pada wanita yang teratur minum wine dengan jumlah seperlunya. Beberapa pakar beranggapan kemungkinan ini disebabkan karena kandungan anti-oksidan dan phytoestrogen (senyawa serupa estrogen yang diketemukan pada tumbuhan), ke-2  senyawa karakter antikanker yang tinggi. Study University of Michigan belakangan ini mendapati jika senyawa pada anggur merah bisa membunuh sel kanker ovarium dalam sebuah tabung reaksi.

Disamping itu, periset Prancis dalam laporan pada Oncology Reports Juli-Agustus 2000, yang diambil webMD, mendapati bukti jika anti-oksidan yang berbentuk resveratrol bisa hentikan perkembangan sel kanker hati. Juga anti-oksidan yang lain disebutkan quercetin pada anggur merah bisa merintangi perkembangan sel kanker mulut.

5. Membuat tulang jadi lebih baik

Rerata, wanita yang minum wine (pasti dengan ukuran yang pantas) mempunyai massa badan yang lebih bagus dibandingkan sama yang tidak meminum. Kandungan alkoholnya bisa tingkatkan tingkat estrogen, hormon ini punya pengaruh pada pembangunan tulang wanita.

Baca Juga : Sababay Salah Satu Wine Terbaik Asal Bali

6. Kurangi resiko stres

Beberapa kampus di Spanyol memberikan laporan pada jurnal BMC Medicine jika konsumsi wine bisa kurangi resiko stres. Riset ini mengikutsertakan 2683 lelaki dan 2822 wanita dengan usia 55 sampai 80 tahun dan riset berjalan lebih dari tujuh tahun, memperlihatkan jika wanita dan lelaki yang minum 2 sampai 7 gelas wine /minggu kemungkinan kecil didiagnosa menanggung derita stres.

7. Antipenuaan

Manfaat yang ini tentu tidak mau Anda terlewat. Periset dari Harvard Medical School, yang diambil Medical News Today, mengutarakan bawah wine memiliki kandungan agen antipenuaan. Wine memiliki kandungan senyawa resvetratol, yang diketemukan di kulit anggur merah, senyawa ini mempunyai dampak yang memberikan keuntungan untuk perpanjang kehidupan. Penemuan di jurnal Cell Metabolismoffer, yang diambil oleh Medical News Today, memperlihatkan ada bukti kuat jalinan di antara antipenuaan dan senyawa resveratrol dan gen SIRT1. Dan sebuah study dari University of London mendapati jika senyawa procyanidins pada anggur merah bisa jaga pembuluh darah masih tetap sehat, ini sebagai salah satunya factor yang berperan dalam mempunyai usia panjang pada beberapa orang di Sardinia dan barat daya Prancis.