Mengubur Mimpi AC Milan Tampil di Liga Champions oleh Atalanta

AC Milan Pesta Barbeku-an Jelang Laga Penentuan di Akhir Pekan

Atalanta Bergamasca Calcio atau biasa dikenal dengan nama Atalanta, yaitu sebuah klub sepak bola asal Italia yang bertempat di Bergamo, Lombardy, dan termasuk ke dalam klub sepak bola yang berada pada klasemen Serie A Liga Itali. Atalanta mulai bermain di laga Serie A setelah meraih promosi dari Serie B pada musim 2010–11. Klub yang didirikan pada tahun 1907 ini memiliki julukan Nerazzurri dan Orobici. Seragam yang dikenakan Atalanta berwarna biru-hitam vertical dengan celana dan kaos kaki yang berwarna hitam. Di Italia sendiri, Atalanta sering disebut dengan nama Regina delle provinciali (ratu klub provinsi), pasalnya mereka merupakan  klub yang paling konsisten di antara klub-klub yang tidak bermarkas di ibu kota wilayah. Mereka bermain 58 kali di Serie A Liga Itali, 28 kali di Serie B Liga Itali, dan hanya sekali di Serie C Liga Itali. Atalanta berhasil lolos ke Liga Champions pada musim 2019–2020, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub, setelah mereka berhasil menempati posisi ketiga pada klasemen Serie A Liga Itali musim 2018–2019.

Gian Piero Gasperini , yang merupakan pelatih klub sepak bola Atalanta menegaskan timnya akan tampil habis-habisan pada pertandingan akhir pekan ke-38 melawan AC Milan. AC Milan sendiri yaitu, sebuah klub sepak bola Italia yang berbasis di Milan, Lombardia, yang bermain di Serie A Liga Itali.  Seragam AC Milan bergaris merah-hitam dan celana putih (kadang-kadang hitam), sehingga dijuluki rossoneri (“merah-hitam”). AC Milan merupakan tim tersukses kedua dalam sejarah persepak bolaan Italia, menjuarai Serie A Liga Itali 18 kali dan Piala Italia 5 kali. AC Milan merupakan klub tersukses ke-4 di dunia sepak bola dalam hal jumlah piala internasional bersama Boca Juniors dengan 18 gelar resmi dari UEFA dan FIFA dibawah Real Madrid, FC Barcelona, dan Al-Ahly. Gian Piero Gasperini memberikan pernyataan “Kami selalu melakukan tugas kami, kami tidak bertanggung jawab atas nasib tim lain, semua orang bertanggung jawab atas nasibnya sendiri.” Hal tersebut dikatakan setelah Atalanta harus menelan kekalahan atas Juventus dengan memperoleh skor 1-2 pada Final Coppa Italia. Atalanta akan menyelesaikan perjalanan musim ini dengan berhadapan melawan salah satu tim besar AC Milan di Stadion Atleti Azzurri, Bergamo.

Atalanta sebenarnya sudah berada dalam situasi aman karena telah memastikan satu tiket lolos ke Liga Champions musim depan dengan koleksi 78 angka. Tetapi, sang pelatih mengimbau timnya untuk tidak terbuai dan melepas tanggung jawab karena menargetkan finis di posisi kedua. Menurut Gian Piero Gasperini, Atalanta telah mencetak poin dan akan bermain untuk menyelesaikan di kursi kedua, bagaimanapun, mengetahui bahwa Atalanta telah mencapai target. Layaknya hakim agung, Atalanta saat ini bisa memutuskan nasib beberapa tim lain untuk menyelesaikan misinya tembus empat besar. Kedua tim rival lainnya, seperti Juventus dan Napoli, berharap La Dea untuk bisa mencundangi AC Milan sekaligus mengubur mimpi skuad Stefano Pioli tersebut. Pasalnya, Juventus dan Napoli hanya akan bertemu tim semenjana dengan bentrok versus Bologna serta Hellas Verona. Apabila AC Milan kalah telak dari Atalanta, dan kedua tim Juventus dan Napoli menang pada pertandingan lainnya, maka I Rossoneri terpaksa kembali menelan pil pahit tidak ikut dalam hajatan klub elite Benua Biru pada musim 2021-2022.